
Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Muara Teweh didirikan di Muara Teweh pada tanggal 18 Nopember 1996 oleh Yayasan Pendidikan Batara Muara Teweh.
STIE Muara Teweh telah menyelenggarakan Ujian Negara program Sarjana (S1) dengan penguji dari Fakultas Ekonomi Universitas Palangka Raya yang ditunjuk oleh Kopertis wilayah XI Kalimantan. Namun setelah edaran baru tentang penghapusan Ujian Negara dari Dirjen DIKTI, maka STIE Muara Teweh telah melaksanakan ujian sendiri dan meluluskan Program Sarjana (S1) sebanyak 89 orang.
Sebagai wujud komitmen, tekad dan kesungguhan Yayasan Pendidikan Batara Muara Teweh terhadap pendidikan terutama pendidikan tinggi yang bermutu tinggi bagi seluruh rakyat Indonesia menuju terciptanya manusia Indonesia yang berkualitas, cerdas dan bermoral.
Kampus berlokasi dipusat kota, tepatnya di jalan T. Surapati No. 44 Muara Teweh dengan bangunan kampus berlantai tiga (milik Pemda pinjam pakai), letaknya sangat strategis dan transportasi mudah dijangkau dari segala penjuru, demi memenuhi kebutuhan akan kantor dan ruang perkuliahan, terutama untuk menerapkan system Pendidikan yang efektif dan efisien dalam menghadapi perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
STIE Muara Teweh selain memiliki kampus (milik Pemda pinjam pakai), juga memilik fasilitas Laboratorium Komputer sebagai Tempat Praktek Mahasiswa, komputer dengan type terbaru sebanyak 10 set. Disamping itu untuk Praktek Kerja Mahasiswa, STIE Muara Teweh bekerjasama dengan berbagai instansi, baik pemerintah maupun swasta. Dalam menunjang studi mahasiswa berprestasi, mahasiswa disamping mendapat beasiswa dari pemerintah melalui Kopertis Wilayah XI Kalimantan, Instansi Swasta juga dari Yayasan Pendidikan Batara Muara Teweh.

Assalamu’alaikum wr.wb.. Salam sejahtera bagi kita semua.
Puji Syukur Alhamdulillah kita panjatkan, karena atas berkat dan rahmadNya, kita masih diberikan kesehatan, amien.
Dengan segala kerendahan hati, kami pengelola STIE Muara Teweh, mengajak bapak ibu, pemuda pemudi, Warga Negara Indonesia khususnya warga Kalimantan Tengah ( Barito Utara dan Murung Raya ) untuk bergabung dengan kami guna menuntut Ilmu Pengetahuan khususnya Ilmu Manajemen dan pengembangan SDM. Dalam hal ini saya Ketua STIE Muara Teweh mengucapkan terima kasih terhadap Pemerintah Daerah Kabupaten Barito Utara dan Kabupaten Murung Raya dan masyarakatnya yang telah mempercayai kepada STIE Muara Teweh untuk mengembangkan SDM pegawainya, serta kepada sivitas akademika , dunia bisnis, asosiasi profisi, masyarakat dan calon mahasiswa(i).
Sebagai Perguruan tinggi di Barito Utara – Kalimantan Tengah, dan didukung oleh pemerintah Daerah, kami membangun manajemen dan proses pembelajaran STIE Muara Teweh berdasarkan kepada kualitas, aksesabilitas, keadilan dan otonomi, kami senantiasa melaksanakan perbaikan secara berkesinambungan pada setiap aktivitas guna menyesuaikan dengan perkembangan dunia bisnis, dengan semangat “ hari ini harus lebih baik dari hari kemaren, besuk lebih baik dari hari ini”, kami sangat optimis dengan rasa kebersamaan, lembaga ini mampu memiliki keunggulan kompetitif di tengah persaingan global.
Sebagai bagian dalam menjadi PT yang berkualitas, STIE Muara Teweh selalu mendorong kerja sama yang baik dengan dunia usaha, perkebunan dan pemerintah, guna meningkatkan kualitas pendidikan dan pengajaran, penelitian serta pengabdian kepada masyarakat, kami selalu mengembangkan kerja sama yang ada sekarang dan membangun kerja sama baru dalam bidang yang relevan.
Guna meningkatkan aksesabilitas dan keadilan, setiap tahun memberikan beasiswa bagi siswa yang berprestasi dan kurang mampu, baik dari Yayasan Batara maupun dari Dikti melalui kopertis Wilayah IX Kalimantan.
Sekali lagi atas nama lembaga, saya mengundang bapak/ibu , saudara/saudari , para calon mahasiswa(i) untuk bergabung dengan kami dan menjadi bagian dari kami. Terima kasih.
Wassalamu’alaikum wr. wb.
Target itu menimbulkan pertanyaan: adakah motif balas dendam? Apakah orientasi teroris sudah mulai bergeser dengan menjadikan SBY sebagai target sesuai warisan Amrozi Cs karena tidak mengabulkan grasi mereka?
Merunut peristiwa sebelumnya, Amrozi Cs, trio bomber Bali itu dieksekusi pada 9 November 2008 sekitar pukul 00.15 WIB. Usai dieksekusi, beredar tiga surat wasiat, di antaranya yang cukup menuai kontroversi adalah seruan untuk balas dendam.
Dalam surat tiga versi bahasa yaitu, Indonesia, Arab, dan Inggris itu, Amrozi cs menyerukan kepada kaum muslim melakukan pembalasan terhadap Presiden SBY, Wapres Jusuf Kalla, Menteri Hukum dan HAM Andi Matalatta, Jaksa Agung Hendraman Supandji, Jampidum Kejagung Abdul Hakim Ritonga. Karena, menurut surat pernyataan itu, mereka terlibat dalam eksekusi Amrozi cs.
Pada perkembangan belakangan, dalam rapat di Kuningan, Jawa Barat, Noordin memang memplot ngebom Cikeas. Tapi bukan soal pilpres, melainkan soal membalas dendam tersebut. Pasalnya, Presiden SBY sudah dianggap sekuler dalam memerintah, dan Indonesia di era SBY dianggap kaum teror menjadi negara sekuler seperti Barat.
Alasan lain, Noordin M Top, sang gembong teroris asal Malaysia, merasa geram karena SBY menolak upaya hukum terpidana Bom Bali I Amrozi, Muklas, dan Imam Samudra. Ketika itu ketiganya mengajukan peninjauan kembali (PK) atas vonis mati Pengadilan Negeri Bali.
Kabarnya Noordin marah karena Amrozi cs tidak mendapatkan grasi dari Presiden SBY.
Karena itu jelas ada motif balas dendam dalam kelompok Noordin Top sehingga menargetkan Presiden SBY sebagai sasaran .
Aksi Noordin begitu terencana. Oleh karena itu ada baiknya kewaspadaan nasioanl ditingkatkan dengan cara perlunya instruksi pemerintah agar dari tingkat RT-RW dan Kelurahan melakukan cek dan ricek keamanan dengan cara memeriksa penghuni setiap rumah yang mencurigakan. Umumnya para teroris adalah orang-orang yang tak bergaul, tertutup, tersembunyi, dan menjauh dari lingkungan.
Gerak-gerik mereka cenderung membatasi diri hanya berinteraksi dengan kelompoknya sendiri, dan menutup diri dari pergaulan lingkungan. Mereka umumnya tinggal di rumah kontrakan, dan mudah berpindah-pindah tempat.
Noordin M Top menjadikan aksi terorisme sebagai ’bisnis’ untuk memperoleh dana besar dari kelompok teroris internasional, dan penyandang dana di level global. Dengan meledakkan bom pada target tertentu, terutama simbol kehadiran Amerika Serikat atau Barat, maka Noordin cs akan mendapatkan reward berupa dana dari sponsor mereka di luar. Indonesia adalah wilayah yang menjadi korban bagi permainan global tersebut.
Kondisi sosial-ekonomi di negeri ini juga kondusif bagi munculnya aksi teror, karena banyak kaum muda yang mengalami anomi, anomali, dan frustasi, juga lebarnya kesenjangan ekonomi dan lemahnya keamanan internal selama ini.
Itulah sebabnya kesiagaan dari tingkat RT/RW, kelurahan sampai Istana Negara, merupakan keharusan untuk mengantisipasi kemungkinan serangan baru dari teroris Noordin M Top ini.
Dengan sikap pro-aktif dari masyarakat dan pemerintah untuk menegakkan hukum, maka terorisme bisa kita tanggulangi dan kita eliminasi. Dan yang penting, harus ada upaya memberangus teroris sampai akar-akarnya.
Kesibukan di Muara Teweh memenag padat, tapi ada hal yang lebih penting lagi yang perlu saya kerjakan di akhir bulan ini, yaitu melobi dan mengurus proyek di Barabai, pada hari minggu malam tanggal 26 Juli 2009 saya berangkat ke banjarmasin dulu karena ada juga yang perlu di beresin di sana. Semoga apa yang aku kerjain ini berhasil.






